Selamat Datang di Website Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
Laboratorium Pestisida & Toksikologi Lingkungan
DIVISI PUSPROMIT
Pestisida Organik & Anorganik
Organik dan anorganik adalah dua jenis zat yang berbeda dalam kimia. Organik merujuk pada zat yang berasal dari makhluk hidup atau mengandung karbon dan hidrogen atau karbon saja. Sedangkan, anorganik merujuk pada zat yang tidak berasal dari makhluk hidup dan tidak mengandung karbon dan hidrogen. Contoh zat organik termasuk protein, lemak, dan karbohidrat, sementara air, garam, dan logam adalah contoh zat anorganik. Sebagai contoh, bahan tanah organik seperti humus membantu pertumbuhan tanaman dengan meningkatkan kualitas tanah, sementara pupuk anorganik seperti nitrogen, fosfat, dan kalium juga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Organik dan anorganik memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan dapat ditemukan dalam banyak hal yang berbeda di sekitar kita.
Pestisida mikroba
Pestisida mikroba sangatlah efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman secara organik dan merupakan solusi yang ramah lingkungan bagi pertanian.
Toksikologi Lingkungan
Toksikologi lingkungan mempelajari konsekuensi yang ditimbulkan oleh zat-zat kimia terhadap lingkungan alam dan seluruh makhluk yang hidup di dalamnya, melalui analisis ketat terhadap dampaknya pada kesehatan manusia dan ekosistem yang kompleks.
Puspromit
Pusat Studi didirikan dengan tujuan untuk: Melakukan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat monodisiplin dan/atau multidisiplin, serta pengendalian mutu riset dan pengabdian kepada masyarakat sebagai penunjang pelaksanaan tugas fakultas (Peraturan Rektor No 5 Tahun 2015, Pasal 3 ayat 2).
PRODUK PESTISIDA ORGANIK




